Menyerah hanyalah kalimat yang diciptakan oleh manusia, sementara sejak awal Tuhan mengajarkan untuk selalu bertahan! -Ladisya- ¶¶¶ Hari minggu yang terbilang sangat membosankan. Setelah susah tidur semalaman karena memikirkan Inara, serta perasaannya yang harus sedikit kecewa, Algi kini bangun dengan raut muka kusut. Pilihannya jatuh untuk melangkahkan kaki ke dapur karena rasa lapar yang mendera. Baru saja turun, Algi melihat seseorang yang beberapa hari ini ia rindukan kehadirannya. Papanya sedang sarapan dengan Mamanya. "Papa," ujar Algi berjalan mendekat. "Papa kapan pulang?" Pria berewok cukup lebat itu menoleh, bangkit dari kursi. "Morning, boy. Papa semalam nyampe jam dua belas." Algi menggaruk belakang kepalanya. Mengingat semalam dirinya pulang jam 11 dan langsung masuk k

