Sisi Lain

1973 Kata

Terlalu rumit untuk dijelaskan, begitu dalam untuk dirasakan. Katanya, itu cinta. -Ladisya- ¶¶¶ Harapan demi harapan terus bergolak. Harapan semoga suara degup jantung Disya tak terdengar oleh Algi. Pembawaan apa yang Algi miliki hingga mampu melemparkan Disya kedalam rasa tak bernama. Tapi tunggu, lo ini apa sih sebenernya. Pertanyaan macam apa itu? Sejenis penghinaan, mengejek, atau memang sengaja? Ah, ya, Disya lupa bahwa kakak kelasnya ini sekalinya ketus berbicara akan membuat orang-orang ingin menenggelamkannya ke dasar laut. "Gue nenek lampir. Itu kan yang sering lo bilang, beserta semua geng lo itu!" tajam Disya. Sial, Disya sampai melupakan Angel yang masih ada dalam pangkuannya. "Lo ngelawak?" balas Algi sarkas. Hingga Aisyah datang membawa kursi roda. "Angel sementara pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN