Gadisku, genggam tanganku. Biar kuperkenalkan padamu cerita hidup yang tidak hanya tentang hitam. -Algifary- ¶¶¶ Keberadaan Algi teramat mengejutkan untuk Disya sambut. Tiba-tiba menarik kedua lengan Disya agar berdiri, dengan sepenggal kata 'ikut gue'. "Enggak, Al. Gue mohon, lo pergi dari sini sekarang juga." pinta Disya penuh raut masam. "Enggak." tolak Algi menggeleng. "Gue gak akan biarin lo di sini. Gimana ceritanya tadi lo didorong sampe jatoh. Yang tadi siapa?" Rasanya begitu tergupuh dan tidak tenang. "Al, gue mohon. Ini urusan keluarga gue, gue bisa atasi semuanya." Lima detik Algi diam seperti lima jam bagi Disya. Gadis itu gelisah dan takut bila nanti sang Mama akan keluar, kemudian Algi akan menyaksikan sendiri perlakuan buruk untuk Disya. "Oke, gue pergi. Tapi lo huta

