Jalan Cinta

1916 Kata

Entah nanti kita berakhir bersama, atau berpisah di tengah jalan, yang pasti saat ini kamu adalah tujuanku. -Algifary- ¶¶¶ Pernah dengar? Cinta itu punya magnet yang merekatkan dua hati yang bertolak belakang sekalipun. Disya kira, malam itu dirinya benar-benar akan putus dengan Algi, setelah itu mereka akan bermetamorfosis menjadi dua orang asing. Ternyata semua itu tidak terjadi. Bagaimana Algi memeluk erat tubuh Disya, mendaratkan kecupan di kening lalu di bibir. Sekarang, kedua remaja itu berdiri bersisian, saling melempar lirik. Algi menautkan jemarinya di tiap ruas jari Disya. "Masuk kelas, mba." "Gak usah Alay," peringat Disya, namun tak mau melepaskan genggaman itu. "Alay sama pacar sendiri, masa gak boleh." goda Algi datar. "Geli, Al..." rengek Disya melihat Algi yang sok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN