"Muka lo kenapa?" Tristan yang baru masuk, langsung dihadiahi pertanyaan dari anak sang pemilik rumah. "Nggak papa." "Nggak papa gimana, orang muka lo biru-biru gitu,” tukas Fiona sambil sesekali meringis karena melihat bagian-bagian berwarna biru keunguan di sekitar wajah Tristan. "Kenapa ya, cowok kalo nyelesain masalah harus pake berantem dulu," gumamnya kemudian. "Ya, kalo nggak berantem namanya bukan cowok," jawab Tristan seraya mencubit pelan hidung Fiona dengan gemas. "Tristan, ih!" Fiona memukul tangan Tristan, lalu mengusap hidungnya yang mulai memerah karena perbuatan tangan besar cowok itu. Wajahnya tampak seperti ingin bersin. “Kali ini sama siapa?” Tristan menoleh pada Fiona. “Apa?” “Berantemnya. Sama siapa? “Nggak sama siapa-siapa.” Kedatangan Adel dan Bhakti membuat

