Chapter 36

1566 Kata

Richard membaringkan diri di kasurnya. Barusan kedua orang tuanya mengajak makan malam, tetapi karena suasana hatinya yang masih saja buruk—walaupun sudah hanpir dua jam ia menghabiskan waktu mengelilingi kota Jakarta—, cowok itu menolaknya. Mengusap wajahnya kasar. Melirik jam yang terletak di salah satu dinding, kemudian memtuskam untuk membersihkan diri. Siapa tahu air dingin bisa sedikit mengangkat beban yang sejak siang tadi ada di kepalanya. Selang dua puluh menit, Richard keluar dari kamar mandi dengan celana panjang dan baju kaos. Handuk putih  di sebelah tangan ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Duduk di ujung tempat tidur dan meraih ponsel di yang sedang di-charger di nakas. Ada dua panggilan tak terjawab dari Melody. Biasanya kalau Melody menelepon dan tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN