Ia berjalan maju dengan tenang ke depan para pasukan yang sudah berlari dan mencoba untuk menerjangnya. Mata mereka yang menyala membuat kaum Axeryth menggigil, tetapi kaum Deneveria bukan datang untuk menakut-nakuti mereka. Tangan Archanne yang terbuka semakin melebar seiring awan yang ada diatasnya semakin besar dan gelap. "Kalian tidak mengerti betapa menyakitkannya berada di posisiku." Kata Archanne sambil menatap awan yang ia ciptakan. Ada rasa kasihan yang tumbuh di dalamnya, tetapi segera ia tenggelamkan kembali. Ia bertindak dengan dipenuhi perasaan bersalahnya. "Aku akan terus menghantui malam kalian." Kata Archanne, mengarahkan tangannya ke depan lalu mengepalkannya. Awan-awan di atasnya bergemuruh dan berputar dengan cepat. Awan-awan itu menghasilkan hujan es yang turun dengan

