18. Dwayne and All His Time

1145 Kata

Seorang pria berdiri di balkon ruang kerjanya. Rambutnya yang hitam, bergoyang-goyang mengikuti arah angin membawanya. Iris matanya yang berwarna biru cyan nampak menyala-nyala ditengah kegelapan malam tanpa cahaya. "Dwayne Harrison." Panggil seorang wanita dari arah belakang punggungnya. "Apa maumu, Jane?" Jawab Dwayne yang masih belum menoleh. Dengan manja, adiknya, bergelayut mendekap Dwayne dari belakang. Dwayne masih belum bergeming dari posisinya. "Kau memikirkan putri kerajaan biru itu lagi?" Dwayne melotot dan melepaskan dekapan adiknya itu dengan kasar. "Apakah salah aku memikirkannya?" Dwayne berpimdah posisi supaya bisa melihat reaksi adiknya akan pertanyaan pria itu. “Tidak juga.” Kata Jane yang menaupkan kedua tangannya sambil tersenyum, “tetapi ingatlah posisi kita ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN