Suara desing pedang yang beradu dari ruang latihan kerajaan Archarian menggema di koridor istana. Pintunya memang sengaja terbuka sedikit agar suara bisa menggema menandakan ada orang yang menggunakan ruangan itu. "Alinne, legenda yang kudengar para bangsawan Deneveria sangat kuat." Charles menangkis tebasan pedang Alinne. “Kakak mau menghinaku?” Charles tertawa. “Tidak, aku hanya ingin mengatakn legenda yang aku tahu.” Charles menodong leher Alinne dengan pedang, tanda ia berhasil memojokkan Alinne, tanda satu poin lagi diberikan untuknya, tanda Alinne kalah telak dengan skor 6:0. "Andai aku taahu seperti apa keluargaku, mungkin aku bisa menjawab misteri itu.” Kata Alinne sambil melepaskan ikatan rambut yang terlalu ketat. “Yah aku juga tidak terlaly mengerti, banyak catatan kehidupan D

