12. Escape Place

1176 Kata

"Aku rasa semua hal disini otomatis." Archanne berbisik ke Davina yang berjalan dekat dengannya. "Aku agak takut dengan pangeranmu. Ia terlalu… intens." Kata Davina sambil menggigit bibir bawahnya, gugup. "Tenang, ia menggigit." Ujar Archanne sedikit melucu. Davina nampaknya tak mempedulikan kalimat Archanne. Ia mengikuti kemanapun lorong yang ia lewati mengarah. Untuk beberapa lama, sepi adalah teman mereka. Dua gadis itu mencoba untuk memulai percakapan, hanya saja, sebelum mereka berhasil mengeluarkan suara, mereka menemukan sebuah, dan hanya sebuah pintu di ujung lorong. Ada sebuah rasa takut antara hanya akan menunggu siapa saja di dalam sana membukakan, atau mengetuknya. Selama mereka berpikir, ada terbesit di benak Archanne untuk mendobrak langsung pintu itu, yang kemudian ia uru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN