Bab 22

2062 Kata

Tak ada yang mengetahui jika selama sebulan ini mertuanya selalu menemuinya di butik. Mama mertuanya itu selalu datang saat dirinya sedang istirahat dan menemuinya saat tidak melakukan apa pun, yang membuat Mama mertuanya itu selalu menyindirnya tentang wanita yang tidak tahu diri dan tidak tahu di untung. Karen jelas sakit hati dengan setiap perkataan yang dilontarkan sang Mama mertua, namun dirinya hanya bisa diam menerima setiap perkataan menyakitkan itu. Mungkin jika menantu lain diperlakukan buruk oleh sang Mama mertua mereka akan melapor pada suami mereka, tapi berbeda dengan Karen. Di pikirannya tidak terbesit sedikit pun untuk melaporkan tindakan sang Mama mertua kepada Ervin. Dia lebih memilih menyimpan rapat-rapat semua masalah yang menimpanya. Dan puncaknya kemarin Mama mertua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN