bc

Antara Cinta Dan Obsesi

book_age18+
12
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
BE
family
forced
opposites attract
arranged marriage
billionairess
heir/heiress
kicking
city
office/work place
cheating
secrets
affair
like
intro-logo
Uraian

Menikah selama tiga tahun tanpa cinta, walaupun Clara sudah mati-matian berusaha mendapatkan cinta dari suami yang dicintainya, namun hal itu tak bisa merubah perasaan Bryan untuk meliriknya sedikit saja, walaupun pria itu hampir setiap hari menidurinya bak seorang suami yang begitu mencintai istrinya. Namun nyatanya, perhatiannya kepada wanita lain yang Clara benci, tak pernah berubah, bahkan Bryan lebih mementingkan kepentingan wanita itu diatas segalanya. Walaupun Clara adalah istri yang menemaninya selama tiga tahun, bahkan Clara adalah sosok penyelamat hidupnya. Hingga kesabaran Clara berada diambang batas kesabarannya, dan wanita itu pun memutuskan untuk pergi, meninggalkan Bryan dengan segala penyesalannya. Akankah mereka bertemu kembali? Dan apakah jika mereka bertemu perasaan Clara masih sama seperti dulu?...

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
"Berikan pelayanan dan perawatan maksimal untuk wanitaku. Jangan sampai ada yang kurang dan salah, karena nama baik rumah sakit ini menjadi taruhannya." Clara terdiam mematung mendengar suara seseorang yang amat dikenalnya, dia berlindung di balik dinding. Dan sempat meraba dadanya sendiri. "Tentu saja Pak Bryan, kami akan mengusahakan semaksimal mungkin untuk mengobati Nona Alena." Jawab dokter yang terlihat berdiri di hadapan Bryan. Clara seperti menelan pil pahit mendengar semua itu, dia pun beranjak pergi Dan kembali ke ruangan sang Mama yang juga dirawat di rumah sakit yang sama. Namun tentu saja dengan fasilitas yang berbeda, dia hanya bisa memberikan perawatan kelas menengah untuk mamanya itu yang sedang terkena penyakit jantung kronis. Hanya karena keterbatasan biaya. "Kamu dari mana Clara?." Wanita paruh baya yang tergolek lemah di tempat tidur itu segera bertanya saat melihat putrinya. "Habis keluar jalan-jalan mencari udara segar!." Jawab Clara berusaha mengukir senyum. "Jika kau sudah tidak sanggup bertahan maka lepaskan nak, Mama tidak ingin menjadi bebanmu. Mama ingin melihat kamu bahagia." Wanita tua itu sepertinya tahu apa yang ada di benak putrinya. Selamat tiga tahun Clara bertahan di kehidupan rumah tangganya yang timpang. Melakoni cinta sepihak, tanpa ada sambutan yang berarti. "Mama tidak perlu memikirkan apapun! Kesehatan Mama jauh lebih penting! Clara bisa mengatasi semuanya!." Clara menatap iba wajah tua ibunya yang sakit-sakitan. Sebenarnya Bryan adalah pria yang sangat kaya raya, memiliki segalanya. Dia bahkan sangat terkenal di kota ini. Tapi Clara hidup sebagai istrinya dengan tidak bebas, setiap kali dia ingin berbelanja dan mengeluarkan uang. Semua harus atas izin asisten Bryan. Dia harus berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan biaya demi pengobatan ibunya. Walaupun uang itu masih dari uang Bryan, namun jumlahnya terbatas. Dia tidak bisa seenak hati membelanjakan uang pemberian suaminya. Karena pasti akan kena protes. Bryan adalah pria otoriter, egois, dan selalu mementingkan kepentingan mantan kekasihnya yang saat ini juga sedang menderita sakit. Wanita itu mengalami kecelakaan saat tahu kalau Bryan ternyata telah menikahi wanita lain, dan akhirnya lumpuh karena cedera otot berat yang dideritanya. "Clara!! Bagaimana dengan kakakmu? Apakah dia akan dipenjara seumur hidup?." Clara bangkit dari lamunannya, dia mencoba mengukir senyum kepada sang mama. "Tidak mama! Clara akan mengusahakan agar Kakak bisa secepatnya bebas dan keluar! Percayalah!!." Clara segera bangkit, dia membenahi selimut sang mama. Sebelum akhirnya keluar. "Lalu bagaimana dengan perawatan ibu mertua anda? Kenapa anda tidak memberikan perawatan yang sama seperti yang Anda berikan kepada Nona Alena?." Clara kembali menghentikan langkahnya saat mendengar suara asisten dari Bryan. "Untuk apa memberikan perawatan padanya? Alena adalah separuh hidupku, tentu saja mereka berbeda. Lagi pula ada Clara yang mengurusi ibunya. Itu bukan urusanku." Jawab Bryan acuh, asisten pria itu terlihat menarik nafas panjang. Clara menyandarkan tubuhnya di tembok. Statusnya sebagai istri yang penurut selama tiga tahun ternyata tak pernah dihargai. Wanita itu pun segera memasang wajah dingin, lalu bergerak pergi. *. "Mau ke mana?." Bryan tiba di rumah dan segera bertanya saat menemukan Clara memasukkan beberapa pakaian ke dalam sebuah koper kecil miliknya. "Saya sudah memutuskan untuk mengalah! Mari bercerai!." Bryan terdiam sejenak mendengar kata cerai yang terucap di bibir Clara. "Ciihh!! Drama apalagi yang sedang dia mainkan? Ini pasti hanya akal-akalan saja untuk mengancamku." Bryan segera membatin, selama tiga tahun ini. Clara memang kerap kali melakukan protes, dengan cara mengancam ingin bercerai. Namun pada akhirnya tidak jadi, Karena Wanita itu sendiri yang datang untuk meminta Bryan agar tidak menceraikannya. Bryan sangat tahu betapa dalamnya cinta Clara padanya. "Pergilah tapi jangan menyesal! Karena sekali kau melangkahkan kaki dari rumah ini, kau tidak akan pernah kembali! Aku tidak akan bertoleransi lagi seperti dulu!." Jawab Brian tegas, jasnya masih tergantung di lengan. Padahal biasanya, Clara akan langsung menyambut dan mengambil jasnya itu. Dengan memasang senyum semanis mungkin. Berusaha menarik perhatian Bryan. "Tentu saja. Aku sudah memutuskan untuk pergi, Jangan khawatir. Aku tidak akan kembali lagi untuk meminta rujuk denganmu." Jawab Clara dengan tegas, dia kembali memasukkan beberapa pakaiannya. Bryan terlihat geram dengan ucapan wanita itu. "Kali ini apa lagi? Protes apalagi yang ingin kau layangkan? Apakah butuh uang? Butuh perhiasan? Butuh tas baru? Kamu bisa mengatakan semua itu pada Meta, dia akan memberikan uang." Clara segera bangkit, dia menatap sengit wajah Bryan, hal yang tidak pernah dilakukannya selama ini. "Saya tidak butuh apa-apa lagi darimu! Saya hanya ingin kebebasan, Saya ingin merawat Mama saya sendiri! Merawatnya tanpa tekanan!." Hahaha hahaha hahaha!!! Tawa Bryan tiba-tiba menggelegar di dalam kamar itu. "Merawat dengan cara apa? Memangnya punya uang? Kau bahkan tidak bisa membiayai Rumah sakit ibumu sendiri. Semua itu memakai uangku, dan ingat! Kakakmu sedang berada di dalam penjara! Hanya aku yang bisa menyelamatkannya!." Bryan kembali dengan sifat otoriternya, Dia mengancam Clara. Namun kali ini ancaman itu sepertinya tidak berarti. "Aku akan mengusahakan kebebasan kakakku sendiri! Sementara perawatan mamaku, aku juga akan mengusahakannya. Aku masih memiliki fisik yang sehat dan sempurna, aku bisa bekerja." Clara segera meraih koper, kemudian menyeretnya. Namun dengan cepat, Bryan menarik lengannya. Menendang koper itu hingga terlempar ke sudut. "Apa yang kau lakukan? Aku tetap ingin bercerai!!." Mendengar kata cerai yang keluar dari mulut Clara lagi, Bryan segera menarik tubuh istrinya itu menuju arah ranjang. Melemparnya disana, lalu dia bergerak naik dan menindihnya. "Selamanya kamu akan tetap berstatus sebagai istriku! Aku tidak akan pernah melepaskanmu, bukankah itu yang kamu mau? Kamu sendiri yang sudah berusaha untuk menjebakku dalam pernikahan ini. Maka kamu tidak boleh lari dan lepas, kamu harus selamanya menjadi istriku. Suka atau tidak, kamu tetap harus menerima semua perlakuanku." Bryan memasang wajah menakutkan, dia menatap wajah cantik Clara yang berada di bawahnya. "Aku tidak mau!! Aku ingin bebas dari pria sepertimu, dan masalah penjebakan itu!! Aku sama sekali tidak pernah melakukannya!! Semua itu hanya kesalahpahaman!!." Seru Clara membela diri, namun Bryan tidak percaya, semakin menekan tubuhnya pada tubuh Clara. "Aku yakin kamu seperti ini karena ada sesuatu, katakan apa yang membuatmu seperti ini!! Apa kau merindukanku karena, sudah dua malam tak menyentuhmu? Baiklah!! Kita lakukan sekarang!." Bryan segera menyambar bibir Clara, menciumnya dalam dan begitu menuntut. Dia bahkan menghisap leher dan berusaha melepas baju Clara. Kalau biasanya, wanita itu akan langsung terbuai. Tapi kali ini, Clara mati-matian menolak. Wanita itu berusaha menghindari ciuman panas Bryan "Sial!!." Umpat Bryan saat Clara menggigit bibirnya hingga berdarah. "Selama ini kamu sedang menghina diriku, menghina tubuhku!! Aku sudah tidak tahan lagi." Bryan menghentikan pergerakan, dia menatap wajah Clara yang bersimbah air mata. Akhirnya dia pun menghempas tubuhnya ke samping. Dan Clara segera beranjak, terburu-buru menarik koper lalu keluar dari kamar. "Ah sial!! Ada apa dengannya?." Bryan kembali mengumpat kesal. Namun dia segera menyeringai. "Tidak! Aku yakin dia hanya sekedar mengancamku, besok pagi dia pasti akan datang dan meminta maaf, mengemis meminta uang." Pria itu bergumam sendiri dengan nada yakin, karena dia tahu kalau Clara begitu mencintainya, tidak akan rela melepasnya. Namun tanpa Bryan ketahui, Clara benar-benar pergi malam itu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
318.2K
bc

Too Late for Regret

read
355.3K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.8M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
150.9K
bc

The Lost Pack

read
465.9K
bc

Revenge, served in a black dress

read
157.9K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook