"Pasien tidak boleh tertekan, Anda harus bisa menjaga emosinya agar tetap stabil. Jangan membiarkan dia mendengar kabar yang bisa menguras emosi. Atau kalau tidak, penyakitnya akan kambuh kembali." Bryan hanya bisa mengangguk mendengar penjelasan dokter. Dia pun segera berjalan keluar dari kamar di mana Alena berada. Sementara di dalam kamar, Tamara bergerak mendekati putrinya. "Clara itu benar-benar sialan! Dia masih saja meracuni hidup kita, padahal dia sudah tidak ada!." Tamara tampak kesal dan geram, karena ternyata menantunya itu Masih memikirkan Mantan istrinya. "Sepertinya hidup kita tidak akan tenang sebelum wanita itu mati! Aku ingin sekali melenyapkannya hingga tidak ada lagi di muka bumi ini! Barulah hidupku akan tenang!." Sahut Alena mendudukkan tubuhnya. Dia benar-benar

