"Clara! Kau harus makan sedikit. Nanti kamu sakit juga." Dokter Aditya datang membawa sekotak makanan untuk Clara, wanita itu tidak beranjak dari depan ruang ICU di mana mamanya berada. "Clara! Kamu harus makan, karena nanti jika kamu ikut sakit, bagaimana dengan mamamu?." Aditya membuka kotak, lalu mulai menyuapi Clara. Namun wanita itu menghindar, pandangannya kosong ke arah depan. Aditya pun menghela nafas beratnya. "Katakan padaku, cara apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan mama? Apapun akan kulakukan untuknya!." Clara segera bertanya dengan suara serak, kedua matanya berkaca-kaca. "Ada dokter dari luar negeri, dia ahli jantung. Tapi untuk mendatangkannya kemari sangat tidak mudah. Butuh biaya dan juga koneksi yang kuat." Clara menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Jika

