Bryan masih ada di sana, kenangan demi kenangan dirinya bersama dengan Clara berputar di otaknya. Bagaimana dia memperlakukan wanita itu, saat di rumah sakit dia bahkan tak memperdulikan perasaannya. Asalkan Alena senang dan bahagia, dia rela mengorbankan Clara. Dia meraba dadanya mencoba meresapi apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa dia bisa seperti sekarang, merasa sakit saat melihat Clara tidak lagi memperdulikannya, dan malah terlihat senang berada dalam dekapan pria lain. "Apa aku sudah mencintai Clara? Tidak mungkin!." Bryan menggelengkan kepalanya dengan cepat, berusaha menepis anggapan dirinya yang jatuh cinta pada Clara. "Bryan!! Ayo kita pulang!! Kita sudah menikah! Dan kamu harus bertanggung jawab padaku lebih dari dulu. Lihatlah mantan istrimu itu, dia sudah memiliki pria la

