Areksa tidak bisa diam saja melihat Vielga diperlakukan buruk oleh orang tuanya, dari sekian orang yang melihat tidak ada yang iba sama sekali. Untung saja dia mendengar keributan, jika tidak, entah apa yang akan terjadi dengan Areksa. Areksa menghampiri Vielga, mengangkatnya secara perlahan dan memeluknya tepat di hadapan keluarga yang menatapnya dengan berbagai tatapan. “Areksa, kamu apa-apaan, sih? Kenapa kamu membela gadis miskin ini, hah? Biarkan Mama memberikan dia pelajaran!” ketus Bu Natya belum sempat memberikan pelajaran pada Vielga karena Areksa keburu datang. Tak mendengar ibunya, Areksa memeluk Vielga semakin erat. “Aku tidak akan membiarkan Mama menyakitinya, Ma, dia wanitaku, dia juga sedang mengandung anakku!” Jika sebelumnya Areksa selalu patuh, maka kali ini dia mela

