“Mbak Elysa ya?” Elysa mengerutkan keningnya ketika menjawab telepon di apartemen Alice yang terus berdering. Sudah sejak dia datang telepon tersebut berdering namun sama sekali tidak dia pedulikan. Karena dia ragu untuk menjawabnya. Elysa takut jika telepon tadi dari pacar Alice. Jadi dia mengabaikannya dan langsung tidur semalam. Tapi saat dia bangun tadi pagi, teleponnya masih juga terus berbunyi. Akhirnya karena risih, wanita itu menjawab panggilan telepon tersebut. “Ya? Ini siapa ya?” tanyanya pada seorang pria yang menghubunginya tersebut. “Saya Adam, Mbak. Saya sekuriti di lobby depan,” kata si penelepon. “Iya, Pak. Ada apa ya?” balas wanita itu. “Mbak, ini ada suaminya disini. Mbak disuruh bukain pintunya.” Elysa sontak membelalak. “Suami? Suami siapa ya, Pak?” “Ya sua

