“Lo nggak sarapan, Bang?” Adrian menoleh pada Elysa yang sedang duduk di kursi ruang makan. Pria itu mengerjap, tak percaya jika saat ini Elysa menawarinya sarapan setelah semalaman mendiamkannya. Dan tadi pagi saat bangun juga wanita itu tidak membangunkan Adrian. Lalu, apa secepat itu dia bisa berubah? Kata orang, hati wanita itu lembut. Tapi, apa memang selembut itu sampai bisa langsung mengalah setelah bertengkar dengan suaminya? Adrian berjalan mendekat lalu duduk di hadapan Elysa. Pria itu menerima secangkir kopi yang dituangkan oleh Elysa. “Elo udah nggak marah, El?” “Lo mau gue ambilin nasi goreng nggak?” Elysa mengabaikan pertanyaan Adrian. Wanita itu lalu mengambilkan piring untuk Adrian. “Iya, boleh.” Adrian menerima sepiring nasi goreng yang dihidangkan oleh istrinya. “

