Chapter 43 : Air Mata dalam Diam

1319 Kata

“Kenapa muka lo, El?” Elysa menoleh pada Adrian yang saat ini sedang fokus menyetir. Wanita itu menggeleng pelan. “Nggak," katanya singkat. “Gue nanti turunin di depan kafe yang ada deket sama kantor kita itu,” ujarnya pada sang suami. Adrian mengerutkan keningnya heran. “Elo mau ngapain kesana?” “Mau ketemu sama temen,” balas Elysa. “Temen yang mana?” tanya Adrian mendesak. “Alice,” jawab Elysa. “Oh… kirain siapa,” ujar Adrian. “Ya udah sama gue aja. Soalnya gue juga ada perlu sama Alice.” “Emang elo mau ngapain?” “Bukan urusan elo.” Elysa menghela nafas panjangnya. Wanita itu kemudian memilih diam, menatap jalanan yang mulai gelap. Lampu-lampu di pinggir jalan sudah mulai menyala berurutan. Malam yang gelap mengingatkan Elysa jika ini adalah malam keempat dia menjadi ist

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN