Chapter 42 : Rasa Sakit

2568 Kata

Elysa mengikuti langkah kaki Adrian dengan wajah tertekuk. Saat mereka melewati kawasan pertokoan di Old City, pria itu hanya menginjinkan Elysa melihat-lihat saja. Dia bahkan tidak ikut masuk dan sama sekali tidak peduli, tidak mau tau apa yang Elysa lakukan. Pria itu memilih untuk duduk di luar sembari fokus pada ponselnya. Dan itu dia lakukan di hampir setiap toko yang dimasuki oleh Elysa. “Bang, elo nggak mau beliin gue sesuatu gitu?” tanya Elysa sebal. Wanita itu membuang gelas kopi yang sudah kosong ke tempat sampah. “Kopi lo udah abis?” ujar Adrian dengan mata terus fokus pada ponselnya. Pria itu kemudian merogoh sakunya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya pada Elysa. “Nih, beli lagi sana! Beliin gue juga satu,” suruhnya. Elysa langsung mendelik galak. Wan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN