Elysa menatap mata Adrian yang saat ini tengah menarik lepas kemeja milik pria itu. d**a bidang Adrian terpampang nyata di depan matanya. Tidak bisa dipungkiri pria yang sedang berada di atasnya itu memang sangat gagah dan tampan. Ada rasa menggelitik dalam batin wanita itu ingin menyentuh orang yang katanya telah menjadi suaminya saat ini. namun dia ragu apakah dia boleh melakukannya. Adrian mengikuti arah mata Elysa yang turun ke dadanya. Pria itu menahan senyumannya. Lalu dengan gerakan lembut dia menarik tangan Elysa yang bebas dan meletakkannya di dadanya. “Elo boleh pegang kalau mau?” Namun Elysa menggeleng secepat kilat. Tidak, pikirnya. Dia tidak berani melakukannya. Elysa segera mengalihkan matanya kea rah lain. Namun Adrian tidak mengijinkan. Dengan kedua tangan besarnya yang

