“Bang!” Adrian menoleh pada Elysa yang kini sedang berjalan ke arahnya. Wajah wanita itu tampak segar sehabis mandi. Tanpa ragu Adrian tersenyum begitu Elysa sampai di tempatnya. Adrian kemudian mendaratkan sebuah kecupan manis di pipi wanita itu. “Kenapa sih?” tanya Adrian saat melihat wajah Elysa yang tampak aneh di matanya. “Elo masak?” kata Elysa dengan dahi yang berkerut. Wanita itu menahan tawanya kala melihat sang suami yang tampak imut dengan celemek bermotif bunga yang saat ini sedang dipakainya. Adrian mengangguk pelan. “Iya, gue bikinin elo sandwich pakai daging,” katanya pada Elysa. “Elo lagi seneng sama sandwich kan?” Elysa meringis kecil. Dia sebenarnya tidak suka sandwich. Tapi karena kemarin itu dia harus mengisi perutnya sementara dia tidak ingin makan makanan bera

