Chapter 22 : Pilihan

1261 Kata

Adrian menatap sosok wanita yang saat ini tengah berdiri di depannya. Tubuh tinggi dan molek itu diam tak bergerak. Tatapan matanya yang sejuk membius Adrian. d**a pria itu sampai bergetar karena tak kuat menahan gejolak menyenangkan yang muncul ketika bertatapan dengan Elysa. Bahasa tubuh wanita itu seolah memberi isyarat pada Adrian untuk memulai. Adrian menatap wanita itu dalam-dalam lalu berkata, “elo yakin, El?” Tentu tidak, batin Elysa berkata. Wanita itu tau jelas sifat Adrian. Pria itu pasti hanya mengingkan keuntungan untuk dirinya sendiri. Sudah pasti setelah dia mendapatkan apa yang dia mau, dia akan mencampakkan Elysa begitu saja. Adrian adalah seorang pria normal yang ingin melindungi keluarganya. Dan bagi pria itu, Elysa hanyalah ancaman. Ancaman yang dapat merusak kedama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN