Chapter 23 : Mengacaukan

1068 Kata

“Teh, Mas?” Ares menoleh ke samping dan mendapati sosok Elysa yang berdiri di dekatnya sembari memegang sebuah nampan berisi secangkir kopi. Wanita itu tersenyum padanya lalu meletakkan teh yang dibawanya ke atas meja di hadapan Ares. “Kak Nadine pulang jam berapa ya, Mas?” Ares mendesah kecil lalu menggeleng. “Nggak tau.” Elysa mengangguk paham. Wanita itu kemudian mundur dan pamit kepada Ares. Ares tidak menjawab, namun saat Elysa akan berbalik, pria itu memanggilnya. Elysa langsung menoleh dengan cepat pada sang bos saat ini. “Kenapa, Mas?” tanyanya. “Duduk, El. Saya mau bicara,” ujar Ares. Elysa mengangguk kecil lalu duduk di sebelah Ares, tempat biasanya dia duduk setiap malam bersama Ares, mengobrol santai sembari menunggu kepulangan Nadine dan juga Adrian dari kantor. Ane

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN