Adrian berlari dengan cepat keluar dari rumah dan berdiri di teras yang sepi, tidak ada siapapun. Saat melihat keluar gerbang, pria itu menangkap satu unit taksi yang berjalan lewat di depan gerbang rumahnya. Pria itu menduga pasti Elysa lah yang berada di dalam taksi tersebut. Jadi, wanita itu sudah benar-benar pergi ya, pikir Adrian. Cukup lama pria itu berdiri di teras memandang kepergian Elysa. Sampai kemudian dia menghela nafas panjangnya. Sebuah seringaian kecil muncul di sudut bibirnya. “Sorry, El…” kemudian kepalanya memutar bayangan rencana yang dia susun belakangan ini. Rupanya pria itu memang sudah merencanakan semuanya sejak awal. Setelah dia tersadar dari godaan Elysa yang mabuk, Adrian meminta bantuan pada seorang teman yang akrab dengan Ares untuk berpura-pura melihat Ad

