“El? Naik taksi?” sapa Nadine dengan ramah. Wanita itu langsung memeluk Elysa dengan erat begitu melihat wanita itu berdiri di depan pintu rumahnya. Elysa mengangguk kecil. Senyumannya tipis dan manis sehingga membuat siapapun yang saat ini melihatnya pasti akan langsung meleleh. Tapi tidak dengan Adrian. Pria itu hanya melengos malas ketika melihat Elysa tiba di rumahnya. Pria itu melipat tangannya di depan d**a, berjaga tepat di depan pintu sejak pagi karena Ares mengatakan jika Elysa akan tiba pagi ini. “Makasih ya, El. Kamu udah mau balik lagi kerja disini,” kata Nadine pada wanita itu. “Iya, El. Kita seneng banget kamu masih mau balik kerja disini. Maaf ya kalau kemarin itu kita berhentiin kamu tiba-tiba." Elysa tersenyum kecil kemudian mengangguk. “Harusnya saya yang bilang ma

