Elysa terbangun saat pagi datang. Wanita itu menarik nafas panjang sembari berusaha melepaskan pelukan Adrian. Dia merintih kecil ketika merasakan tulang dan sendinya yang pegal-pegal serta ngilu. hal itu menandakan betapa dia harus bekerja keras semalam melayani gairah suaminya itu. Elysa menatap sebal Adrian yang masih tertidur di sampingnya. Gila, sungguh gila pria itu. Bagaimana bisa dia punya tenaga sekuat itu. Seolah tak kenal lelah, pria itu terus dan terus memulai lagi. Elysa hendak bangun dan menyingkirkan selimutnya. Namun wanita itu mendapati hal yang tidak biasa di tangannya. Elysa membelalak ketika melihat jemarinya telah terisi oleh sebuah cincin. Cincin bertama biru yang semalam dia lihat di saku jas Adrian. Elysa memandangi cincin tersebut dengan dahi berkerut. Bukankah c

