“Lo ngomongin apa aja sama Ares?” Elysa melengos malas pada Adrian yang saat ini sedang menarik lengannya untuk keluar dari restoran tempatnya sarapan dengan Ares tadi. “Mau tau aja sih,” katanya sebal. “Ya mau tau lah, El! Kan elo itu Bini gue! Gimana sih, lo? Lupa ya lo sama perjanjian kita?” balas Adrian dengan marah. Pria itu menyeret Elysa sampai ke mobilnya. Lalu segera menadahkan tangannya di depan muka wanita itu. “Mana kalung yang dikasih sama Ares tadi? Sini kasih ke gue,” katanya. Elysa sontak mendelik tak suka. “Nggak! Itu kan dikasih sama Mas Ares buat gue!” tolaknya. “Siniin!” seru Adrian memaksa. Elysa menggeleng cepat, menolak dengan tegas perintah Adrian. Namun karena pria itu terus memaksa dengan wajah galaknya, Elysa pun merasa sedikit takut. “Tapi kan, Bang…”

