Kerinduan azmi sama ayunda

1406 Kata

Pagi itu terminal keberangkatan Soetta rame banget. Suara koper diseret, pengumuman bandara, sama orang-orang yang lalu-lalang bikin suasananya makin berat buat Ayunda dan Azmi yang lagi berdiri berdua di depan gate. Azmi narik napas pelan sambil liat tiket di tangannya. “Aku kena balik jugak hari ni… meeting tu memang tak boleh orang lain ganti,” ucapnya lembut, nada Malaysianya terdengar lebih berat dari biasanya. “Aku tau, Mas…” Ayunda mengangguk kecil, meski matanya jelas nunjukkin kalau dia berat melepaskan. Mereka berdiri deket banget, cuma beberapa centimeter doang. Ayunda megang lengan Azmi, kayak nahan waktu supaya nggak jalan. Azmi senyum tipis, terus tanpa ragu bungkukin sedikit badan dan cium kening Ayunda pelan, lama, hangat, yang bikin Ayunda merem otomatis. Ciuman itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN