Pagi itu rumah masih sepi, cuma suara kipas dan sesekali suara notifikasi dari HP Ayunda. Dia lagi gulang-guling di kasur, rambut diikat asal, selimut masih kebawa sampai kaki. Tangannya sibuk scroll t****k. Tiba-tiba layar menampilkan video orang makan nasi tempong Banyuwangi lengkap dengan sambal super pedes dan lalapan segar. Ayunda langsung duduk tegak. “Masyaallah… enak banget keliatannya…” gumamnya, bibir langsung maju. Perutnya bunyi gruk-gruk. Nggak pake mikir panjang, Ayunda langsung tekan tombol telepon Kenan. Di ruang meeting, Kenan lagi baca laporan sambil dikelilingi para manager. HP-nya getar. Dia lirik sebentar, langsung angkat tanpa mikir. “Iya, Sayang? Kamu kenapa?” Suara Ayunda lirih tapi manja banget. “Mas… aku pengen nasi tempong. Yang di video tadi. Yang dari

