Antara Sultan dan Rendy

1860 Kata

Begitu mobil Rendy masuk ke halaman rumah besar keluarga Ardhana, Shafira langsung ngerasa hangat. Lampu-lampu teras nyala, pintu utama kebuka, dan di depan sana udah nunggu beberapa orang yang jelas-jelas kangen berat sama dia. Bunda Annaya langsung jalan cepat begitu lihat Shafira turun dari mobil. “Anak Ibu pulang!” serunya seneng banget sambil narik Shafira ke pelukannya. Shafira ketawa kecil. “Bunda… kenceng banget pelukannya. Fira baru turun pesawat loh.” Bunda Annaya nyengir. “Biarin, Fira. Kamu lama banget nggak pulang.” Ayah Asraf menepuk bahu Rendy sebentar sebelum ngeliat Shafira. “Nah, lengkap akhirnya. Selamat pulang ya, Nak.” “Iya, Ayah. Fira kangen banget,” jawabnya sambil senyum. Dari belakang, Kenan muncul sambil nyodorin tangan buat ngeraih koper. “Udah capek pas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN