Setelah doa selesai, mereka terdiam sejenak. Ayunda menyentuh tanah di pusara ibunya, lalu mengusapnya di pipi. "Ayunda pamit ya, Bu. Ayunda janji akan bahagia." Kenan berdiri dan membantu Ayunda untuk bangkit. Ia menggenggam tangan Ayunda erat. Abimanyu mengikuti, matanya sudah lebih tenang. "Terima kasih, Mas," bisik Ayunda pada Kenan. "Kamu enggak perlu ikut, tapi kamu mau." "Tentu saja aku harus ikut. Beliau kan Ibuku juga sekarang," jawab Kenan, tersenyum hangat. Mereka kembali menuju mobil, kali ini tujuannya adalah rumah lama Ayunda yang sederhana. Suasana di mobil terasa lebih tenang. "Ayunda, kita mampir sebentar ke rumahmu. Setelah itu, kita langsung pindah ke apartemenku," ujar Kenan. Ayunda menoleh kaget. "Pindah? Sekarang?" "Iya, Sayang. Kenapa? Kamu enggak mau tin

