Kenan perlahan sembuh

1585 Kata

Kenan membelalakkan matanya, tidak percaya. Semudah ini? "Terus kapan pernikahannya digelar, Kenan? Ayahmu bilang kamu mau menikah sah kan? Bunda tidak mau ada lagi kata 'sirri' di keluarga ini," tuntut Bu Annaya. Kenan menarik napas lega. Beban terberatnya terangkat. "Terserah Bunda saja," jawab Kenan, wajahnya kembali berseri. "Baiklah. Nanti Bunda yang urus semuanya. Kamu nggak perlu pusing. Fokus saja sembuh," putus Bu Annaya. Ia sudah kembali ke mode sosialita dominan yang senang mengurus event besar. Kenan yang bahagia bukan main, langsung memeluk erat Bundanya dan mencium pipi sang Bunda. "Makasih, Bunda yang cantik!" rayu Kenan. Bu Annaya langsung salah tingkah mendengar rayuan putranya. Wajahnya merona, keangkuhannya luntur sekejap. Tak lama setelah itu, Ayunda terbangun. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN