3 tahun berlalu..

2886 Kata
Lessa dan Lenna telah tamat pengajian di kolej yang berbeza masing-masing memiliki ijazah walaupun bukan ijazah luar negeri tapi mereka bersyukur dapat memegang segulung ijazah. "Bagaimana sudah dapat pekerjaan?" tanya lessa melihat dari gaya herlenna dia dapat menduga jawabannya tidak. Herlenna mengeluh "tidak banyak yang interview denganku mereka mempunyai ijazah luar negeri jadi mereka lebih dipilih."jawab herlenna kesal. "ya ngak apa - apa besokkan masih ada. kamu yang semangat ya."beritahu herlessa . herlenna hanya mengangguk lemah. "kamu sudah makan belum?" tanya herlessa. melihat adiknya mengeleng dia bangun menuju ke dapur , setelah beberapa minit Lessa kembali dengan dua piring makanan. "yuk makan,aku lapar ." beritahu lessa. herlenna dan herlessa menikmati makanan mereka. kerana herlessa sudah mempunyai pekerjaan jadi dia bisa membantu adiknya. malam mereka sama - sama tidur. Bunyi alarm mengejutkan Herlessa, dia menutup alarm dan membangunkan adiknya. melihat Herlenna yang masih belum mahu bangun , Herlessa kedapur dan memasak nasi goreng buat mereka. selesai memasak Herlessa membersihkan diri dan mengejutkan Herlenna sekali lagi . "Lenna bangun ini sudah pagi, kamukan ada temuduga lagi hari ini."ujar Herlessa sambil mengoncangkan Herlenna yang masih malas -malas untuk bangun. "AIRIS HERLENNA SANTOS BANGUNNNN!!"pekik Herlessa di telinga herlenna membuatkan mata gadis itu membulat terkejut. "Lessa! apaan loe! gue bisa punya masalah pendengaran kalo begini!"ujar Herlenna kesal. Herlessa hanya tersenyum. "Untuk kejutkan kodok tanah ya harus begitu."ucap Herlessa sambil ketawa. Herlenna bangun dan mencoba untuk menarik herlessa namun herlessa lebih cepat mengelak menyebabkan herlenna jatuh. "Aduuhhhh sakit "teriak Herlenna sambil memegang dahinya yang sudah merah. Herlessa ketawa terbahak -bahak. selesai sarapan mereka berangkat berasingan. Herlenna menuju setiap kantor yang mempunyai notis lowongan pekerjaan, namun dia selalu kalah kerana ijazahnya hanya di dalam negeri. Sampai di sebuah perusahaan bernama Mega holding namun pekerjaannya yang ditawarkan hanyalah receptionist. 'coba ajalah dari ngak ada pekerjaan' pikir herlenna. Herlenna melangkah masuk ke gedung, herlenna menuju ke receptionist. "Permisi, diluar saya lihat ada lowongan pekerjaan. saya mahu memohon pekerjaan itu." ujar Herlenna. wanita yang berada dihadapannya melihat Herlenna dari atas ke bawah. " kamu jalan terus, kamu naik lift tingkat 2 pintu sebelah kanan. kamu boleh interview di situ." jawab wanita itu. Herlenna mengangguk dan terus berjalan menuju ke lift dihadapannya. Herlenna masuk kedalam lift ada beberapa gadis yang memegang fail ditangan sepertinya. 'pasti mereka mahu interview jugak' pikir Herlenna. Herlenna memerhati penampilan semua gadis yang berada di situ, semuanya memakai pakaian yang menjolok mata. Herlenna megeluh . 'pasti mereka akan menilai penampilan jugak kali.'pikir herlenna lagi. Herlenna menarik ikatan rambutnya membiarkan rambutnya terurai. Pintu lift terbuka Herlenna mengikuti gadis - gadis itu sampai dihadapan pintu yang seharusnya mereka masuk seseorang menahan mereka dan memberikan sehelai kertas. "sila diisi borang itu dulu." ucap lelaki itu. Herlenna melihat kertas ditangannya. "apakah kriteria anda , cantik, seksi, baik hati, berharta."herlenna membaca kertas ditanganya. herlenna mengerutkan dahinya 'aneh? mungkin kerana jawatan receptionist mementingkan penampilan kali." pikir herlenna. herlenna hanya menandakan cantik dan baik hati dan menyerahkan kepada lelaki itu kembali. Herlenna melangkah masuk kedalam ruangan itu. terlihat tiga orang lelaki yang sedang menyoal beberapa gadis. Herlenna duduk di samping sambil menunggu namanya dipanggil.setelah 30 minit berlalu. "airis Herlenna santos" panggil lelaki disebelah kiri. Herlenna berjalan kehadapan lelaki itu. "kenapa kamu memohon untuk ini?" tanya lelaki itu. "saya sedang mencari pekerjaan pak, sebenarnya saya mencari pekerjaan mengikut ijazah saya tapi sulit jadi saya bisa memohon untuk bahagian receptionist." jawab Herlenna . lelaki dihadapannya berkerut. "kamu datang untuk memohon jawatan receptionist di kantor ini?" tanya lelaki itu lagi, Herlenna mengangguk. kemudian dua lelaki di sebelah lelaki itu tertawa terbahakb-bahak. "Emangnya ada yang lucu ya bapak- bapak?" tanya Herlenna menatap kearah kedua lelaki di depan itu. "Nona anda sudah salah masuk ruang interview, ini bukan ruang interview untuk bahagian receptionist. lagi pula interview itu sudah tamat 20 minit tadi."Beritahu lelaki yang berada di tengah antara tiga pria itu. "Terus ini interview untuk apa?" tanya Herlenna . "ini interview buat nyari kencan buta satu malam,siapa pun yang terpilih akan dibayar 1 milliar." ucap lelaki yang berada dihujung. " Pekerjaan yang mengarut! maaf mengganggu salah ruangan." ujar Herlenna lalu bangkit untuk melangkah keluar. "Nona kamu tidak berminat untuk pekerjaan ini."tanya lelaki yang tadi interview nya. "Maaf saya mencari kerja utuh bukan kerjaan begini."jawab Herlenna tanpa expresi di wajahnya. Herlenna meneruskan mencari pekerjaan hingga waktu sudah petang. Herlenna mengeluh dan berjalan pulang. "Lessa kamu ngak mahu ikut ke pertandingan untuk jadi teman menari bos nanti malam di acara ulang tahun tantenya? " tanya anna. anna teman dari sma tanpa diduga anna jugak melamar kerja di sini. lessa menggeleng kan kepala. "magu jadi teman bos baju bagus jugak aku ngak punya."keluh Herlessa. Herlessa diundang ke majlis ulang tahun tante pemilik perusahaan. "aku belum pasti akan pergi atau tidak, aku ngak punya baju bagus."ujar lessa mengeluh. "Lessa gaun yang aku hadiahkan buat kamu dan lennakan waktu ulang tahun kamu tahun lepas, kamu belum memakainya kan.?"tanya anna, Herlessa cuba menginggatinya. "ada -ada aku baru ingat."jawab Herlessa tersenyum. Herlessa menatap screen komputer dihadapannya. "anna ,lessa coba teka aku lihat siapa dibawah!"teriak indy yang baru masuk ke ruangan mereka. "siapa?" tanya anna , wajahnya begitu serius. Herlessa tidak berminat untuk mengetahuinya. "Itu pemilik sebenar perusahaan ini,tuan steven! hati aku itu hampir tercabut wajahnya seperti pelakon filem! ya walaupun tidak setampan tuan Alexander." cerita indy dengan wajah tabjubnya. Herlessa hanya memasang wajah binggung. "Gini sa, perusahaan ini bukan milik tuan Alexander tapi milik sepupunya tuan Alexander, namanya tuan steven kerana umur tuan steven itu muda ya dalam seumuran kita jadi tuan Alexander hanya menguruskan perusahaan ini sehingga tuan steven kembali dari luar negeri." terang anna, maklum Herlessa tidak mengetahuinya kerana dia baru bekerja di sini 1 bulan. "Aku harap aku dapat jadi pasangannya malam ini."ujar indy membuatkan anna ketawa dan Herlessa tersenyu.. "mimpi kali yang pasti tentu herlessa yang akan dipilih semua orang kalah sama imutnya." ucap anna membuatkan pipi herlessa merah. "ya sudah aku mahu lanjut kerja, hari ini semua orang harus pulang awal untuk pesta nanti malam."ujar indy lalu berlalu kemejanya. Bunyi ketukan pintu membuatkannya menoleh kearah pintu, tiba pintunya dibuka 3 lelaki berjalan kearahnya. "alex ini pertama kalinya aku buat interview untuk mencari gadis untuk ngedate! ngak pernah ada dalam dunia ini." ucap salah seorang dari mereka dan melabuhkan duduk di sofa samping . Alexander berdiri dan menuju kearah mereka bertiga yang duduk di sofanya. " aku terpaksa rafa, mommy terus -terusan minta aku mencari teman wanita kalau tidak dia akan menjodohkan aku." keluh Alexander walaupun umurnya seperti sudah lewat tapi dia belum berminat untuk mencari teman wanita apatah lagi isteri. " ini alex, ini fail semua cewek yang seksi . ini pula fail cewek yang berharta, ini pula fail cewek yang cantik, ini pula fail cewek yang baik hati." ujar leo sambil meletakkan fail - fail yang telah diasingkan . semua fail tinggi kecuali fail yang baik hati hanya ada satu. "tu pilih yang mana kau mahu."ucap joe yang duduk disebelah Alexander. Alexander melihat semua fail diatas mejanya , tangannya meraih satu fail yang hanya ada satu diujung mejanya. Alexander membuka fail itu, dia melihat gambar di kertas itu. "cantik."ujar Alexander sambil menunjukkan gambar itu kepada teman - temannya. "Salah alex, fail tu tak termasuk kerana cewek itu salah ruang interview." ucap joe serius. "lucu ya ada yang boleh salah interview."ujar leo sambil ketawa. Alexander meneliti fail ditangannya. 'Airis Herlenna apakah dia airis kecilku yang dulu?'pikir Alexander kenangan waktu kecilnya terbayang dimatanya. Flasback On. Alexander berjalan halaman belakang rumah teman mommynya , ada sebuah pintu menuju ke taman bunga Alexander berjalan kearah taman itu. Alexander sibuk memerhati persekitaran taman ini sehingga dia tidak melihat lubang besar yang dia injak menyebabkan dia jatuh kedalam itu. "TOLONGGG....."jerit Alexander namun tidak ada yang datang menolong , Alexander terus berteriak tapi tetap tiada yang mendengarnya. hampir setengah jam dia mendengar bunyi telapak kaki orang berjalan , belum sempat Alexander mahu berteriak meminta tolong. seorang gadis kecil selamat berada didepannya. "ahh sakit."omel anak itu. "dik ngak apa - apa?"tanya Alexander tangannya menyapu lutut gadis itu yang kotor. "aku baik - baik aja kak, ini ngak ada apa - apa cuma hal kecil."jawab bocah itu. Bocah itu menyimpan lastik ditangannya kedalam saku celananya. "kak ngak coba memanjatnya?" tanya bocah itu. kakinya coba memanjat dinding lobang itu tapi gagal akhirnya dia jatuh kembali, tangannya terluka namun bocah itu tidak menangis hanya melihat sekilas ke tangannya. "ngak boleh manjat, kalo berteriak ngak bakal ada yang dengar jadi kita nunggu aja bentar lagi pasti bi ani akan mencari aku." ujar bocah itu lagi. Alexander mengiyakan dengan aggukan. "Oh ya nama ku airis, nama kakak?" tanya bocah perempuan itu dan menghulurkan tangannya. "alex." jawab Alexander dan menyahut huluran airis. airis tersenyum menampakkan dua lesung pipitnya. hari makin gelap namun masih belum ada tanda - tanda bahawa ada orang yang sedang mencari mereka. "Hari udah hampir malam ni airis, benar bakal ada orang yang akan mencari kita?" tanya Alexander gadis itu seperti sedang berfikir. "ngak tahu tapi selalu mereka akan mencari aku kalo hari udah hampir gelap."ucap gadis itu lagi. Alexander mengeluh dan menatap ke langit di atas yang makin gelap. didalam lubang semakin gelap, bocah perempuan itu kelihatan gelisah tiba - tiba bocah itu menangis badannya mengigil dan tangannya menutup telinganya. "kamu kenapa?"tanya Alexander panik. gadis itu terisuk isuk dalam tangisnya. "aku takut gelap."jawab gadis itu dalam tangisnya. Alexander memeluk airis didalam pelukannya beberapa minit kemudian tangisnya hilang dan ada cahaya dari atas yang meyuluh mereka. "ALEXXX.." teriak seseorang. FLASBACK OFF "Alexxx.." teriak rafa tangannya melambai -lambai diwajah Alexander. " kenapa?" tanya Alexander kesal. "kamu pilih yang mana ni."tanya leo menunjukkan foto - foto dihadapannya. "yang ini AIRIS HERLENNA SANTOS" ujar Alexander. "inikan perempuan yang salah masuk ruang temuduga itu kan." tanya joe pada rafa. "iya aku lupa mahu buang failnya. dia datang untuk memohon jawatan receptionist kantor mu lex."jawab rafa panjang. "cewek itu cantik benar tapi sayang dia ngak mahu ikut untuk pekerjaan ini."ujar leo. "aku mahu dia , cari dia dan buat sampai dia mahu jadi pasangan aku nanti malam." ujar Alexander dengan wajah serius. "Baik lah lex kalo itu mahu mu." jawab rafa. Steven diajak untuk ke semua department kantornya dan bertemu dengan semua pekerjanya. Dari lantai satu hingga sekarang lantai 20 bahagian kewangan syarikat. "semua mohon perhatian , ini tuan steven ceo baru syarikat kita kalian semua boleh perkenalkan diri kalian."ucap pak jodi. hampir semua karyawan sudah berkenalan dengan steven saat ingin melangkah pergi seseorang melanggar steven dengan fail yang penuh ditangan. akibat perlanggaran itu fail dan kertas jatuh ke lantai. melihat gadis yang melanggarnya hilang keseimbangan steven memeluk pinggang gadis itu , tiba - tiba ruangan itu sepi. mereka menatap satu sama lain. "sudah 10 minit tu pegangan tuu."teriak anna membuatkan steven dan lessa membetulkan posisinya dengan malu. "Kenalkan tuan steven ini herlessa salah satu ahli kewangan syarikat.ujar Jodi memperkenalkan lessa. steven mengangguk dan terus berjalan keluar. " jodi bawakan biodata pekerja bernama herlessa itu kepada saya."ucap steven. "baik tuan." jawab jodi dan berlalu.. steven kembali ke ruangannya. steven melabuhkan punggung nya. tiba -tiba ada senyuman dibibirnya. 'ternyata loe masih ikut aku lessa.'pikir steven senyumnya makin melebar. Bunyi ketukan pintu membuatkan senyum itu mati, muncul jodi dari balik pintu dengan fail ditangannya. "ini tuan."ujar jodi sambil menghulurkan fail ditangannya. steven membuka fail itu dan tersenyum "aku tak salah orang."gumam steven perlahan. "apa tuan?"tanya jodi.steven menoleh ke jodi. "jodi suruh ravena siapkan lessa untuk acara malam ini dia adalah pasanganku."ujar steven. Jodi mengangguk faham dan berlalu keluar. Bunyi getaran menandakan pesanan masuk membuatkan herlenna berhenti nyeterika baju. [gimana lenna dapat kerja ngak] by rizka [Berhasil ngak hari ini] by anna [sudah dapat kali ya ] by roza [kemana tu anak ngak keluar - keluar] by rizka [capek kali ] by rianti [lagi sibuk mungkin] by lessa [khabarnya dapat ngak ] by rini melihat pesanan dari group teman - temannya dan lessa, herlenna tersenyum dan mengetik [ngak dapat , awalnya gue mahu mohon jawatan receptionist aja. ehh malah gue salah masuk ruang temuduga lainnya ya ngak dapat.] balas lenna [loe salah masuk temuduga apa?] by rizka [bisa - bisanya loe salah masuk?] by roza [Gimana ceritanya] by lessa [ngak tahu juga tapi pekerjaannya ngak masuk akal.] balas lenna [ngak apa - apa besok usaha lagi ya.] by lessa [Lessa kamu benar-benar dipilih ya]by anna [pilih apa ?] by rizka [ya pilih apa]by rini [kayak ada yang seru ni.] by roza [ DI PILIH APA LESSA??!!] by lenna [jadi pacar tuan muda steven] by anna [ hanya untuk urusan kerja aja lenna jangan khawatir.] by lessa [ steven?? seperti aku kenal nama itu.] by roza [aku jugak rasanya pernah dengar] by rini [apa dia steven satu kelas sama kita dulu?] by rianti [ Udah arhh kalian aku lagi sibuk sambung nanti aja ya.lenna aku pulang telat dikit ya ] by lessa [Aku juga mahu siap - siap pulang ] by anna group itu kembali sunyi, Herlenna menoleh jam didindingnya menunjukkan jam 6 sore. Bunyi getaran membuatkan lenna menoleh kembali ke hapenya. [Adakah ini nona Airis Herlenna santos?] by pengirim [iya saya kenapa] by lenna [Saya dari mega company, bisakan anda kemari untuk temuduga sekarang?] by pengirim [sekarang sudah habis waktu kerja.] by lenna [ hanya untuk yang temuduga sahaja.] by pengirim [Baiklah dalam 30minit saya sampai] by Lenna. setelah 45 minit herlessa sampai di Mega holding, perusahaan itu kelihatan sudah lenggang. Herlenna melangkah ke receptionist. "nona ini nona Herlenna?" tanya receptionist lelaki itu. "iya saya."jawab herlenna. " tuan muda sudah menunggu di tingkat 20, nona gunakan lift sebelah kanan untuk terus ke ruang tuan muda." ujar receptionist itu lagi. Herlenna mengangguk lalu melangkah menuju ke lift yang ditunjukkan sekali tekan pintu lift langsung terbuka. herlenna melangkah masuk ke ruang lift itu berbeza dangan lift yang dia naiki siang tadi lift ini kelihatan sangat mewah. setelah beberapa saat pintu lift terbuka. Herlenna dapat melihat 3 pria yang berada di sofa dan 1 pria yang sedang sibuk menghadap komputer. "Nona airis kita sudah sampai."ujar lelaki yang betul- betul berada di depan herlenna. "duduk disini."suruh pria di sebelah kanan herlenn sambil menepuk- nepuk sofa ditepinya. "Apa benar interview nya disini?" tanya herlenna sejujurnya dia binggung keadaan ruangan yang dia masuk seperti bukan ruang interview. 'apa aku salah ruangan lagi.'pikir herlenna lagi. "kamu ngak salah ruangan nona airis." jawab pria dihadapannya. airis melangkah ke sofa di hadapannya dan melabuhkan duduknya. "kalian ini bukankah orang yang berada di ruang interview tadi?"tanya herlenna sambil menatap ketiga pria dihadapannya. "iya aku rafa, ini leo dan ini joe" ujar lelaki dihadapan herlenna dan menunjukkan temannya yang berada disebelah kiri dan kanan herlenna. "akukan sudah bilang aku ngak berminat dengan pekerjaan itu."ujar herlenna serius . "kamu mahu memohon bahagian receptionist kan?"tanya rafa dengan senyuman yang sukar ditafsir oleh Herlenna. Herlenna mengangguk kan kepalanya. "kamu bisa mendapatkan pekerjaan mengikut layak ijazah kamu jika kamu mengambil pekerjaan ini."ujar leo yang berada disebelah kanan herlenna. "anggap aja ini ujian sebelum kamu memulai pekerjaan." ujar joe yang berada disebelah kiri herlenna. "Gimana jawabanmu?."tanya rafa lagi. herlenna mengigit bibir bawahnya itu adalah tanda jika dia sedang berfikir. "apa buktinya kalo aku akan mendapatkan pekerjaan sesuai ijazahku?" tanya herlenna lagi. "disini ada kontract perjanjian, kamu akan diberi 1milliar setelah pekerjaanmu malam ini selesai dan juga kamu akan diterima bekerja di mega company mengikut ijazah kamu dan kamu harus menjadi teman wanita buat tuan muda alex selama 1tahun. kalo kamu setuju kamu bisa tandatangan disitu." ujar leo sambil menunjukkan kertas didepannya. "kamu bisa bacanya dulu." ujar rafa. siapa tuan muda yang kalian bicarakan?"tanya herlenna dengan kerutan didahinya. "aku yang akan menjadi kekasihmu untuk setahun."ujar lelaki yang berada di meja kantor yang sekarang sudah berdiri dan melangkah mendekati Herlenna. 'ini orang apa boneka? ganteng banget artis juga engak ada yang kayak gini.'bisik hati herlenna. matanya sedikit kecoklatan, hidungnya udah kayak hero - hero Hollywood bibirnya sedikit merah menandakan dia pria yang tidak merokok. "nona airis tutup mulutnya nanti keburu masuk angin kalo kelamaan dibuka."tegur joe menyadarkan herlenna,membuatkan herlenna berdeham seketika sambil membetulkan duduknya. "Bagaimana dengan tawarannya." tanya lelaki yang berdiri disamping herlenna itu. "Baiklah aku setuju. tapi kalian tidak berbohong kan?"tanya herlenna. "contract itu kamu bisa pegang satu salinan. jika saya menipu kamu, kamu bisa membuat laporan polis."ujar lelaki yang berdiri itu lagi. Herlenna menandatangani kontrak itu, "nama ku airis namamu?" tanya herlenna sambil menghulurkan tangannya. situasi itu membuatkan Alexander mengingati kenangannya. "alex." jawab Alexander dan menyambut huluran tangan herlenna. "Kelihatannya kerja kami sudah selesai, kami pergi dulu jumpa malam ini." ujar rafa dan gengnya berlalu meninggalkan herlenna dan Alexander. Herlessa hanya bisa melihat wajahnya yang didandani. Herlessa selalunya hanya memakai bedak tipis dan liptin tapi hari ini rupanya seperti dia membawa debu diwajahnya dengan mekap yang melekat diwajahnya. gaya rambutnya yang sudah digubah seperti seorang puteri dan gaun merah yang melilit dibadannya dengan berlian yang bertaburan di gaunnya. Dalam herlessa asyik meneliti penampilannya tirai dibelakangnya dibuka lebar membuatkan herlessa berpaling kearah belakangnya. disatu sudut berdiri seorang lelaki yang berbadan kokoh dan tegap yang sedang merenung kearahnya. Herlessa merasanya kakinya sukar untuk melangkah hanya kerana pandangan pria itu yang membuatkannya mati akal. "tuan muda steve, nona lessa sudah siap."ujar revena yang bertanggungjawab untuk penampilan herlessa. steven menatap herlessa dari atas ke bawah. "apa loe ngak ngerasa dandanan loe ketebalan?" tanya steven kepada herlessa. herlessa mengiyakan pertanyaan steven dengan anggukan. "ubahnya kembali, hanya dandanan yang tipis."ujar steven kepada revena. "baik tuan."revena membawa herlessa mengikutinya lagi. setelah 20 minit berlalu herlessa tersenyum wajahnya kembali terlihat setelah dandanan yang tebal itu hilang. "yuk berangkat."ajak steven
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN