Pengakuan

1209 Kata

“Apa kau pikir dengan aku yang membunuhmu semua ini akan mempermudah kita? Apa kau pikir segala hal diantara kita akan musnah begitu saja? Bagaimana dengan apa yang telah kita lewati? Apa kau ingin membuat apa yang terjadi diantara kita sia-sia begitu saja? Itukah maumu?” tak bisa aku diam dan tenang mendengar pernyataan konyol darinya. Dia pikir hanya dirinya saja yang menderita disini? Dia pikir aku sama sekali tidak berbuat apa-apa demi keberlangsungan kami? Mengapa tidak mudah bagi seorang pria untuk memahami apa yang sebenarnya wanita pikirkan? Mengapa mereka memilih untuk berputar-putar dan memberiku beberapa kode yang justru sukar untuk kuterka maksudnya. Haruskah aku berkata padanya? Oh ya? Baiklah mari sini kupenggal kepalamu? Apa itu maunya? Jangan konyol! “Aku hanya tidak ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN