Titik Cerah

2127 Kata

Cahaya matahari tertutup oleh satu kumpulan awan yang berarak diatas sana. Tidak sedikitpun memberikan celah baginya untuk barang kali dapat memberi sedikit penerangan terhadap bumi. Butiran salju turun perlahan, terlihat seperti bunga-bunga yang berjatuhan dari langit. Kaca ruangan terlihat berembun, mungkin karena kondisi cuaca yang tidak stabil. Namun setidaknya dari kaca tersebutlah aku bisa menikmati pemandangan sore kota Tokyo yang suram. Monokrom, putih dan abu-abu. Ada hitam namun tidak dominan. Namun segala indah ini tidak bisa secara serta merta dapat menghapus apa yang ada didalam benakku. Kerutan di dahiku menukik secara mendalam. Sebelah tanganku mulai memijit ubun-ubun kepalaku. Rasanya sakit sekali. Mendesah frustasi. Entah harus berapa lama lagi diriku berpcau melawan sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN