Sebuah Reuni

1445 Kata

Bella hanya mampu menatapku dalam diam. Sebetulnya semestinya pertemuan dua sahabat wanita setelah sekian lama tak seperti ini. Seharusnya mereka bertemu di kedai kopi dan berbincang sana sini mengenai kabar diri masing-masing. Namun posisi antara aku dan Bella tidak memungkinkan untuk melakukan hal yang sekasual itu. Sebagai gantinya aku malah seperti orang yang tergesa hendak mengintrogasinya. Dia langsung menyusul langkahku yang panjang dan lebar dengan sedikit tergesa. Menuju sebuah ruangan khusus di ujung lobby. Seperti ruangan pertemuan mendadak, hanya saja diselimuti oleh kaca transparan yang memaparkan sinar matahari dari luar. Memang ruangan introgasi sebetulnya. Dan aku memanfaatkannya agar tidak ada orang lain yang menguping pembicaraan kami. Namun tentu saja lebih nyaman ketimb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN