Keheningan mendominasi tempat itu, membiarkan atmosfer kecemasan meliputi diri setiap orang yang kini tersadarkan akan sebuah realita yang tersibak. Hachi masih disibukan dengan pekerjaannya mengurus luka yang diderita oleh Mei yang berada dalam kondisi pingsan. Belum dapat sadar. Namun aku yakin, bila benak orang itu sepertinya tak dapat menolak akan sebuah spekulasi yang semua orang diruangan ini pikirkan. Melayang melanglang buana menuju satu konklusi sederhana yang sejatinya tak pernah diinginkan untuk menjadi sebuah kemungkinan. Sama seperti Hiro yang juga ikut memijit pelipisnya sendiri sembari menunduk pasrah. Berharap keadaan tidak bertambah semakin parah. Hanya desah pasrah, frustasi yang menyebar bagai virus untuk semua orang. Aku hanya dapat bersandar pada dinding putih yang k

