Mama menghampiri Rinila. Merapikan penampilan putri kebanggaannya. Rinila belum menyerah. la bertanya lagi tentang calon suaminya. "Namanya, Ma?" "Kamu penasaran?" "Masa aku mau djodohkan dengan orang yang jangankan wujudnya, namanya pun aku tidak di izinkan tau," repet Rinila sebal. "Untuk apa sih rahasia-rahasiaan, Ma?" "Bukan kejutan namanya kalau dirahasiakan dulu," elak mama. "Percaya deh sama Mama." Rinila tak berdaya mendengan jawaban Mama yang tidak mendapat jawaban pasti, namun sekalipun tidak mendapat jawaban pasti Rinila hanya bisa mengutarakan niatnya bertanya pada Mama. Mama memeluk Rinila dengan mata yang berkaca-kaca saat memastikan kembali perkataan Rinila yang telah menyetujui akan perjodohan yang telah diatur Mama juga sahabatnya itu untuknya. * * * Rinila Parami
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


