Bimbang

1000 Kata

Rinila menyeruput minuman sekali lagi. "Kamu hanya perlu mencobanya, believe me!" Ina mencoba meyakinkan Rinila sekali lagi. "Aku ..., " Rinila menunda kalimatnya. "Jujur saja, Naa. Aku merasa direndahkan dengan perjodohan. Apa aku sedemikian 'tidak lakunya' sampai harus dijodohkan?" Ina terbelalak mendengarnya. "Rinila," kali ini suara Ina sangat serius. "Justru perjodohan dengan cara yang baik tanpa paksaan adalah proses mencari pasangan dengan langkah terhormat." Rinila menyimak kalimat Ina. "Kalau kamu tepe-tepe sama lelaki demi mendapat perhatian lelaki itu ... " "Tepe-tepe?" "Tebar pesona, Neeeng!" Rinila menatap serius pada sahabatnya. "Nah, kalau kamu tebar-tebar pesona demi mendapatkan lelaki, bagiku itulah yang dinamakan merendahkan diri bahkan terkesan murahan." Rinila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN