Cendrungnya Hati

1090 Kata

Rinila manggut-manggut. Gaung senang bisa bersama Rinila pagi ini tanpa gangguan Dokter Angelina. Sayangnya, tak juga ditemuinya celah untuk bicara lebih serius dengan Rinila. "So, kenapa kamu suka bidang ini?" "Karena ..., saya merasa tak terampil untuk bidang-bidang kesehatan lainnya, Dok." "Seperti Bedah?" tebak Gaung sambil menaikkan alis dengan jenaka. "Ya, seperti Bedah," Rinila tertawa hingga tampak gigi-giginya yang putih dan rapi. Gigi seri rahang atasnya seperti gigi kelinci. "Seriously, saya memang menyukai Bedah sejak semula mengenal ilmu ini. Saya pikir, ilmu ini bukan hanya mempelajari cara pembedahan tapi juga mencegah kerusakan bagian lain. Correct me if i'm wrong, Dok!" "Nope, aku setuju." Percakapan mereka pun terhenti saat waktu tea beark sudah habis. * * * Dok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN