Fragrance Hotel Bagus. Tempat rombongan Rinila menginap. Not bad, pikir Rinila. Meski kamar tidur dan toiletnya serba minimalis. Tapi, yang paling penting, ia tak sekamar dengan Dokter Angelina. la berbagi kamar dengan ko-ass yang tadi satu taksi dengannya, Rania namanya. Rinila tak suka menyadari dirinya belum bisa memaklumi dan memaafkan Dokter Angelina. Namun, ia tak ingin energinya banyak terbuang untuk memikirkan dokter perempuan yang cemburu setengah mati padanya. Rinila meletakkan koper dan tas Guess merah hitam-nya lalu mengempaskan tubuh di kasur queen dengan seprai broken white. "Menurutmu, apa kita berdua terlalu besar untuk kamar yang super mungil ini?" canda Rinila pada ko-ass yang tampak segan pada dirinya. Benar saja, Rania hanya tersenyum kecil menanggapi candaan Rinila

