Memikir Lelaki itu

1124 Kata

Mereka saling mengobrol di sepanjang escalator horizontal ketika seseorang menepuk pundak Dokter Gaung. Rinila melihat dari balik bahu Dokter Gaung. "Aku cari kamu ke mana-mana, ternyata di sini," sindir Dokter Angelina. Matanya melirik ke Rinila. Menatap dengan tatapan tak suka. Rinila tak menghiraukannya. "Saya memang tidak ke mana-mana, hanya jalan lebih dulu," respons Dokter Gaung formal. Rinila heran mendengarnya. Sikap Dokter Gaung resmi sekali terhadap Dokter Angelika. Rinila melirik dokter perempuan itu. Makin hari, wajah Dokter Angelina makin tak enak dipandang. Benarkah kata Ina? Dia cemburu padaku? Duh, padahal siapa sih yang mau merebut Dokter Gaung? Tapi sepertinya seru juga kalau buat Dokter menyebalkan itu semakin kesal! keluh Rinila dalam hati. "Turun, Rinila," Dokter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN