Rinila menaikkan alis. "Coba buka mata hatimu lebar-lebar dan ingat-ingat sikap Dokter Gaung kepadamu selama ini. Tidakkah kamu mengerti? Dokter Gaung menyukaimu, Rinila!" Rinila tercenung demi mendengar nada suara Ina dan mencari kebenaran dalam kata-katanya. "Kenapa kamu gak mencoba belajar menerimanya?" Rinila terdiam, mencoba mencerna kalimat Ina sahabatnya itu. "Eit, jangan anggap aku menjodohkan kamu sama . Dokter Gaung lho, ya!" Ina sudah kembali ke nada suaranya yang semula. "Anggap aja aku menyomblangi kamu berdua." "Huuu!" Rinila menghujani Ina dengan bantal. * * * Rinila mempertimbangkan petuah Ina dengan serius. la akan mencoba membuka hati pada Dokter Gaung. la pun ingin menguji perasaannya setelah soal perjodohannya, siapakah sesungguhnya yang lebih mengisi hatinya,

