Sembilan (Flashback 4)

1856 Kata

Lluvia memeluk tubuhnya. Cuaca dingin menembus pakaian tipis yang ia kenakan sementara air matanya kian deras, tak beku seperti yang ia harapkan. Ia mengetuk pintu berulang kali tak sabar, karena  taksi masih menunggu di bawah. Ia tak membawa uang di kantong, semua tertinggal dalam pakaian yang lupa ia ambil ketika meninggalkan kediaman Luce terburu-buru. Pintu terbuka, Lluvia menghela napas lega. Sebaliknya Anne kebingungan melihatnya pucat, pakaian yang ia kenakan dan waktu pulangnya yang jauh lebih terlambat dari biasa. Ia mengamatinya kian dekat hingga dengan sekilas pandang melihat sebutir air mata hendak mengering di sudut pipinya. "Apa yang terjadi, kenapa kau pulang terlambat? Dan pakaianmu?" Lluvia menerobos masuk tanpa bicara. Ia menarik kursi meja makan, duduk membelakangi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN