Lluvia menggeliat perlahan ada gerakan aneh yang terasa menggelitik di bibirnya. Ketika membuka mata, kepala Luce berada tepat di depan wajahnya sedang melumat bibirnya. Ia menyentuh bibir pria itu dengan napas dalam dan berat, "Apa yang kau lakukan?" "Apa aku membangunkanmu?" Kata Luce dengan nada khawatir. Dari aroma napasnya tercium alkohol pekat. Lluvia meringsut duduk di sampingnya menatap lelaki itu dari atas ke bawah. Ia bahkan tak melepas sepatu dan mantel yang ia kenakan membuatnya tampak tak nyaman. Dengan inisiatif membantu ia bangkit berdiri menarik kaki Luce yang ia tekuk, kemudian meluruskannya menyentuh lantai, lalu melepas sepatu dan kaos kakinya. "Apa kau sangat mabuk sampai lupa melepas mantelmu?" Luce tertawa pelan memperbaiki posisi duduknya, "Para bangsawan sala

