Dua Belas (Flashback 5)

1425 Kata

Pintu berderit. Lluvia pulang menenteng paper bag dari rumah mode terkenal mahal yang sempat membuat Anne melongo bertanya-tanya, dari mana ia mendapat uang untuk membeli barang itu. Dengan ekonomi di taraf biasa saja, membeli barang bermerek nyaris tak mungkin. Namun rasa ingin tahu Anne tak ia pilih untuk ditanyakan. Karena tahu Lluvia mungkin takkan menjawab seperti kejadian dua hari sebelumnya. Ia lebih memilih menilai benda itu sebagai pemberian seseorang untuk meredakan rasa ingin tahu. "Kau sudah pulang?" Sapa Anne setelah Lluvia melepas mantel. Gadis itu mengangguk lalu buru-buru ke kamar. Di dalam kamar ia membuka paper bag yang berisi pakaian yang ia tinggalkan di kediaman Luce sebelumnya. Mengingat kejadian itu kembali mukanya kecut. Ucapan Luce terngiang membuatnya merasakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN