Bab 58

2412 Kata

Kania terus memikirkan ucapan Yasmin tadi siang. Ia diminta untuk jadi bridesmaid pada pernikahan pamannya. Permintaan itu terdengar sederhana, tetapi entah mengapa terasa begitu berat. Malam telah turun sepenuhnya ketika Kania masih bertahan di kamar lamanya. Kamar yang kini terasa asing karena sebagian besar barang pribadinya telah ia bawa ke mansion Biantara. Ruangan itu tampak lebih kosong dari biasanya, seolah ikut mencerminkan perasaan yang sedang ia rasakan. Ia memilih duduk di sofa kecil di sudut ruangan, lalu menyalakan televisi. Layar menampilkan drama Korea yang seharusnya mampu mengalihkan pikirannya. Namun, alur cerita itu sama sekali tak berhasil menyusup masuk. Pikirannya terlalu penuh untuk sekadar menikmati hiburan. Suasana hatinya kacau. Napas berat beberapa kali ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN