Bab 59

2497 Kata

“Brengsk!” Umpatan itu menggema di kepala Biantara, getir dan penuh kekesalan. Gadis di hadapannya benar-benar berani—bukan sekadar menantang, tapi sengaja memancing batas kesabarannya hingga nyaris runtuh. Ada bara yang menyala di dadanya, antara amarah dan sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Namun, keanehan mulai terasa. Tubuhnya seolah membangkang pada logika. Otot-ototnya menegang, bukan untuk melawan, melainkan menahan. Setiap inci dirinya terasa terkunci ketika jemari Kania mulai bergerak, perlahan, penuh sengaja. Sentuhan itu seharusnya salah—dan justru karena itu, efeknya semakin menghancurkan pertahanan yang telah ia bangun selama ini. Jari-jari lentik berhias nail art warna nude itu menyusuri bibirnya, ringan tapi menusuk. Seolah bukan hanya kulit yang disentuh, melainkan juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN