Bab 13-2

700 Kata

Nala tampak berpikir. Genggaman di tangan Kania terlepas begitu saja. Ia menatap sahabatnya, lalu menjentikkan jari dengan ekspresi berbinar. "Permen aja gimana? Tapi, cari permen yang bebas pemanis buatan." "Emang ada?" "Ada, dong. Entar kita bicarain ini di rumah gue sepulang sekolah." ** Sepulang dari rumah Nala, Kania langsung memasuki kamar. Ia mengunci diri di sana. Masuk ke kamar mandi untuk berendam air hangat di bathub, sekaligus membersihkan dirinya di bawah air yang keluar dari shower. Sejenak, Kania menatap pantulan tubuhnya di cermin. Ia masih dalam ke adaan t.e.l.a.n.j.ang. Rambutnya yang basah dibiarkan tergerai. Gadis itu berdiri, mematut dirinya di depan cermin. Ia menyentuh perutnya yang masih rata. Sejenak, pikirannya kosong. Tatapan matanya hampa. Ia tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN